0

Materi Sejarah Wajib Kelas 10 Smt 1

Posted by Unknown on 23.49


BAB 1
Berpikir Diakronik, Sinkronik, Ruang, dan Waktu
A.    Pengertian Sejarah
1.      Secara Etimologi
Ø  Syajaratun (Arab) :
Pohon kehidupan.
Ø  Istoria (Yunani) :
Apa yang diketahui dari hasil penyelidikan atau ilmu.
Ø  Geschichte (Jerman) / Geschidenis (Belanda) :
Kejadian yang dibuat oleh manusia.
2.      Menurut Para Ahli :
Ø  Kuntowijoyo :
Sejarah menyuguhkan fakta secara diakronis, ideografis, unik, dan empiris.
Ø  Moh. Yamin :
Hasil penyelidikan beberapa peristiwa yang dapat dibuktikan dengan kenyataan.
Ø  R . Moh Ali :
Ilmu yang mempelajari kejadian masa lampau dalam kehidupan manusia.
Ø  Aristoteles :
Sistem yang meniliti suatu kejadian dalam bentuk kronologi. Sejarah adalah peristiwa masa lalu yang memiliki bukti konkrit.
Ø  J .V Bryce :
Sejarah adalah catatan dari apa yang telah dipikirkan, dikatakan, dan diperbuat manusia.
Ø  W. H Walsh :
Sejarah menitikberatkan pada pencatatan yang penting saja bagi manusia.
Ø  Patrick Gardiner :
Ilmu yang mempelajari apa yang telah diperbuat manusia.
Ø  Herodotus :
Sejarah adalah kajian untuk menceritakan suatu perputaran jatuh bangunnya seseorang.

B.     Konsep – Konsep Sejarah
1.      Konsep Perubahan :
Ketidaksamaan dari satu keadaan dengan yang lain, waktu yang satu dengan yang lain.
2.      Konsep Kontinuitas
Manifesti dari suatu proses perkembangan aspek kehidupan manusia yang terus berlanjut meskipun situasi dan kondisi telah berubah.
3.      Konsep Diskontinuitas :
Perkembangan aspek kehidupan manusia yang bukan kelanjutan dari masa sebelumnya.
4.      Diakronis / Waktu :
Suatu peristiwa yang selalu berhubungan dengan peristiwa sebelumnya.
Ciri – Ciri :
·         Mengkaji dengan berlalunya masa
·         Menitikberatkan pada peristiwa sejarahnya
·         Bersifat historis dan vertical
·         Terdapat konsep perbandingan
·         Cakupan kajian lebih luas
5.      Sinkronis / Ruang :
Mempelajari peristiwa sejarah yang sezaman.
Ciri – Ciri :
·         Mengkaji pada masa tertentu
·         Menitikberatkan pengkajian strukturnya
·         Bersifat horizontal
·         Tidak ada konsep perbandingan
·         Cakupan kajian lebih sempit
·         Sistematis, serius ,dan sulit
C.    Keterkaitan Konsep Ruang dan Waktu
1.      Keduanya merupakan unsur penting yang tidak dapat dipisahkan.
2.      Segala aktivitas manusia pasti berlangsung bersamaan dengan tempat dan waktu kejadian.
3.      Manusia tidak bisa dilepaskan dari unsur ruang dan waktu, karena perjalanan manusia sama dengan perjalanan waktu pada suatu tempat dimana manusia hidup.


BAB 2
Pembagian Zaman Berdasarkan Geologi
A.    Teori Terbentuknya Galaksi
1.      Teori Keadaan Tetap
·         Dikemukakan oleh Fred Hoyle, Herman Bondi, dan Thomas Gold
·         Segala sesuatu di alam semesta tetap sama walaupun galaksi bergerak menjauhi satu sama lain.
2.      Teori Ledakan Besar :
·         Ada massa yang sangat besar dan mempunyai berat jenis yang juga besar. Massa tersebut meledak karena reaksi inti (George Lemaitre). Massa itu berserak menjauhi pusat ledakan. Setelah berjuta juta tahun massa yang berserak itu berubah menjadi galaksi yang ada sekarang.



B.     Macam – Macam Galaksi
1.      Galaksi Elips :
Banyak bintang merah besar dan pembentukan bintang baru sudah berhenti.
2.      Galaksi Spiral :
Memiliki inti (nucleus), lengan spiral dan cakram (disk). Pada lengan terkonsentrasi debu dan gas dimana terdapat pembentukan bintang baru. Terdapat lingkaran kumpulan beribu- ribu bintang yang disebut Globular Cluster.
3.      Galaksi Tak Beraturan :
Terdiri dari bermilyar – milyar bintang muda berwarna putih kebiruan dan bintang raksasa biru yang sangat panas.

C.     Teori Terbentuknya Tata Surya  
1.      Teori Nebula ( Kant – Laplace)
Menurut Immanuel Kant, tata surya berasal dari kabut yang berpuat perlahan. Bagian tengah menjadi gumpalan gas, kemudian membentuk matahari dan kabut disekitarnya membentuk planet planet.
Menurut Laplace, tata surya berasal dari kabut panas yang berputar membentuk bola yang memampat pada kutubnya dan melebar pada equatornya. Massa gas pada equator menjauh dari intinya membentuk cincin yang melingkari intinya. Cincin berubah menjadi planet dan inti berubah menjadi matahari.
2.      Teori Planetesimal (Thomas C Chamberlin dan Forest R Moulton)
Ada sebuah bintang yang melintas tidak terlalu jauh dengan matahari. Terjadi peristiwa pasang surut, sehingga sebagian massa matahari tertarik kearah bintang. Pada saat bintang menjauh, sebagian massa jatuh kembali ke matahari dan sebagian terhambur keluar angkasa membentuk planet dan benda langit lainnya.
3.      Teori Pasang Surut ( Sir James Jeans dan Harold Jeffreys)
Setelah bintang yang mendekat berlalu, massa matahari yang lepas membentuk seperti cerutu yang membentang kearah bintang. Karena  bintang tersebut semakin menjauh, massa cerutu terputus – putus membentuk gumpalan gas kemudian membeku dan terbentuklah planet – planet.
4.      Teori Bintang Kembar (Fred Hoyle)
Awalnya tata surya berupa dua bintang yang kembar dan berdekatan. Salah satu bintang belum stabil, sehingga meledak menjadi serpihan – serpihan kecil.  Serpihan – serpihan tersebut terperangkap gaya gravitasi bintang yang tidak meledak dan mulai mengelilinginya. Serpihan – serpihan yang berdekatan bergabung menjadi planet.

D.    Pembagian Zaman Berdasarkan Geologi
1.      Zaman Arkaikum
Berusia 2500 juta tahun. Keadaan bumi belum stabil dan masih panas. Kulit bumi dalam proses pembentukan. Belum ada tanda – tanda kehidupan.


2.      Zaman Paleozoikum
Berusia 340 juta tahun. Keadaan bumi belum stabil.
·         Kambrium : kerang dan ubur – ubur
·         Silur : vertebrata tertua
·         Devon : amphibi tertua
·         Karbon : reptile
·         Perm : hewan darat, ikan air tawar, dan reptile
3.      Zaman Mesozoikum
Berusia 140 juta tahun. Iklim semakin membaik dan curah hujan berkurang.
·         Trias : ikan, amphibi, reptile
·         Jura : reptile dan sebangsa katak
·         Kapur : burung dan tumbuhan
4.      Zaman Neozoikum
65 – 55 juta tahun. Kondisi bumi lebih stabil dan kehidupan berkembang pesat
·         Zaman  Tersier : Berkurangnya binatang besar dan mulai berkembang mamalia
·         Zaman Kwarter :
ü  Pleistocen
3 juta – 10 ribu tahun yang lalu
-          Zaman Glacial : meluasnya lapisan es di kutub utara
-          Zaman Interglacial : lapisan es di kutub utara mancair
ü  Holocen
10 ribu tahun yang lalu.
Es di kutub utara lenyap sehingga permukaan air laut naik. Tanah – tanah rendah di daerah paparan Sunda dan Sahul tergenang menjadi laut transgesi. Dengan demikian, muncullah pulau – pulau di Indonesia.

E.     Jenis Manusia Purba di Indonesia
1.      Jenis Fosil Manusia Purba di Indonesia
Tabel Penemuan Fosil Manusia Purba di Indonesia
Zaman
Jenis Manusia Purba
Peneliti
Tempat Penemuan
Keterangan
Holocen
Homo Sapiens
Von Rietschoten
---
---
Pleistocen Atas (Ngandong)
Homo Wajakensis
Von Rietschoten dan Eugene Dubois
Wajak, Tulungagung, Jawa Timur (1889)
Dahi menonjol
Berat 30 – 150 kg
Tinggi 130 – 210 cm
Muka dan hidung lebar
Volume otak 1300 cc
Homo Soloensis
Von Koenigswald, Ter Haar, Ir.Oppenoorth, dan F.Weidenrich
Ngandong, lembah Sungai Bengawan Solo
(1931 – 1934 )
Pleistocen Tengah ( Trinil)
Pithecantropus Erectus
Eugene Dubois
Trinil, lembah Sungai Bengawan Solo (1890)
Ditemukan berupa geraham, tengkorak, dan tulang paha.
Volume otak 900 cc


Pleistocen Bawah ( Jetis )
Pithecanthopus Mojokertensis



Von Koenigswald
Mojokerto (1939)
Pithecanthropus tertua
Volume otak 750 cc
Pithecantropus Robustus
Trinil (1939)
Meganthropus Paleojavanicus
Sangiran, lembah Sungai Bengawan Solo (1941)
Fosil tertua
Volume otak 450 cc
Ciri Fisik Manusia Purba di Indonesia
a)      Meganthropus :
§  Tulang pipi tebal
§  Otot rahang sangat kuat
§  Tidak memiliki dagu
§  Tonjolan belakang yang tajam
§  Tulang kening menonjol
§  Volume otak 450 cc
§  Memakan tumbuh – tumbuhan
§  Hidup dalam kelompok – kelompok dan nomaden
b)      Pithecantropus :
§  Rahang bawah kuat
§  Tulang pipi tebal
§  Kening menonjol
§  Volume otak 750 – 900 cc
§  Tinggi 165 – 180 cm
§  Tidak berdagu
§  Memakan tumbuh – tumbuhan
§  Perawakan tegap
c)      Homo :
§  Berat 30 – 150 kg
§  Volume otak lebih dari 1350 cc
§  Alat – alatnya berasal dari batu dan tulang
§  Perawakan tegap
§  Muka dan hidung lebar
§  Mulut masih menonjol ke depan
F.     Corak Kehidupan Masa Pra Aksara
1.      Masa Berburu dan Meramu
a)      Kehidupan Sosial :
-          Nomaden (tempat tinggal sementara yaitu di gua – gua atau di daerah pantai)
-          Menggantungkan diri pada alam
-          Hidup dalam kelompok – kelompok kecil dan hubungan antaranggota sangat erat
-          Terdapat pembagian tugas berdasarkan jenis kelamin
-          Populasi penduduk sangat kecil

b)      Kehidupan Budaya :
-          Dapat membuat perahu
-          Belum mengenal api
-          Mengenal perhiasan yang sangat primitive dari kulit kerang
-          Membuat alat – alat dari batu, tulang, dan kayu
c)      Teknologi :
-          Masih sangat rendah yang hanya digunakan untuk membantu pekerjaan mereka

2.      Masa Bercocok Tanam dan Beternak
a)      Kehidupan Sosial :
-          Berhuma (membersihkan hutan dan menanaminya)
-          Sedenter
-          Membentuk kelompok – kelompok perkampungan
-          Usia rata – rata 35 tahun
-          Mulai dibuat peraturan untuk menjaga ketertiban warganya
-          Diangkat seorang pemimpin
-          Hidup bergotong – royong
b)      Kehidupan Budaya :
-          Dapat mengembangkan dirinya untuk dapat menciptakan kebudayaan yang lebih baik
-          Peninggalan semakin banyak dan beragam, baik dari tanah liat, batu, maupun tulang
-          Hasil kebudayaan berupa beliung persegi, kapak lonjong, mata panah, gerabah, perhiasan, dan bangunan megalithikum

3.      Masa Perundagian
a)      Kehidupan Sosial :
-          Jumlah penduduk bertambah
-          Pertanian ( sudah menggunakan system persawahan) dan peternakan semakin maju
-          Memiliki pengetahuan tentang gejala alam dan musim
-          Pembagian kerja berdasarkan kemampuan yang dimiliki
-          Muncul golongan undagi
b)      Kehidupan Budaya :
-          Tingkat budaya yang tinggi
c)      Teknologi :
-          Mampu menemukan alat akibat perkembangan teknologi
-          Mengenal teknologi peleburan dan pencampuran logam
-          Teknologi pembuatan gerabah semakin maju


BAB 3
Asal – Usul Nenek Moyang Bangsa Indonesia
A.    Asal – Usul Nenek Moyang Bangsa Indonesia Menurut Para Ahli

No.
TOKOH
TEORI
DESKRIPSI
1
Moh.Ali
Teori Asia
Bangsa Indonesia berasal dari Yunan, Cina secara bergelombang.
2.
Prof.Dr.H.Kern
Teori Asia
Bangsa Indonesia berasal dari satu daerah yang menggunakan bahasa Campa.
3.
William Smith
Teori Asia
Bangsa Asia dibagi menjadi bangsa berbahasa Togon, Jerman, dan Austria. Austria dibagi menjadi Austro Asia dan Austronesia. Bangsa berbahasa Austronesia tinggal di wilayah Indonesia, Melanesia, dan Polinesia.
4.
Sangkot Marzuki
Teori Asia
Bangsa Indonesia berasal dari Austronesia dataran Sunda bukan dari Yunan  berdasarkan penelitan DNA fosil.
5.
Van Heine Geldern
Teori Asia
Bangsa Indonesia berasal dari Asia Tengah. Didukung oleh penemuan sejumlah artefak di Indonesia yang mempunyai banyak kesamaan dengan di daratan Asia.
6.
Moh. Yamin
Teori Nusantara
Orang Indonesia asli berasal dari wilayah Indonesia sendiri karena penemuan fosil dan artefak lebih banyak dan lengkap di Indonesia daripada Asia.
7.
Prof. Dr. Krom
Teori Asia
Bangsa Indonesia berasal dari Cina Tengah karena disana terdapat sumber sungai besar.
8.
Dr. Brandes
Teori Asia
Suku – suku di Indonesia memiliki persamaan dengan bangsa – bangsa dari utara Pulau Formosa, barat Pulau Madagaskar, selatan Jawa Bali, timur hingga tepi Pantai Bata Amerika.
9.
Hogen
Teori Nusantara
Bangsa Indonesia mendiami pesisir Melayu di Sumatra kemudian bercampur dengan bangsa Mongol.
10.
Max Muller
Teori Asia
Bangsa Indonesia berasal dari Asia Tenggara.
11.
Mayundar
Teori Asia
Bangsa berbahasa Austronesia berasal dari India, menyebar ke Indocina, Indonesia, dan Pasifik.
12.
Mens
Teori Asia
Bangsa Indonesia berasal dari bangsa Mongol yang terdesak oleh bangsa yang lebih kuat sehingga masuk ke wilayah Indonesia.
13.
Sultan Takdir Alisyahbana
Teori Nusantara
Bangsa Indonesia berasal dari melayu berdasarkan persamaan bahasa.
14.
Gorys Kraf
Teori Nusantara
Kebudayaan Indonesia lebih tinggi dari kebudayaan  wilayah sekitarnya, berarti induknya berasal dari Indonesia.
15.
Harry Truman S
Teori Asia
Bahasa Indonesia berasal dari bahasa Austronesiayang induknya di Pulau Formosa, Taiwan.
B.     Bangsa Melayu
1.      Proto Melayu
Orang Austronesia dari Asia yang pertama datang ke Nusantara sekitar 1500 SM. Proto Melayu masuk ke wilayah Nusantara melalui 2 jalur :
                                                        i.            Jalur barat melalui Malaysia – Sumatra
                                                      ii.            Jalur utara melalui Filipina – Sulawesi
Kebudayaan Proto Melayu disebut Neolithikum. Pembuatannya sudah dihaluskan. Hasil budaya yang terkenal adalah kapak persegi. Suku bangsa Indonesia yang ternasuk keturunan Proto Melayu adalah suku Dayak, Batak, dan Toraja
2.      Deutro Melayu
Datang ke Indonesia pada 400 – 300 SM. Deutro Melayu masuk wilayah Nusantara melalu jalur barat ( Yunan – Vietnam – Malaysia – Indonesia ). Deutro Melayu dapat membuat barang dari perunggu dan besi (Dong Son). Hasil yang terkenal adalah kapak corong, kapak sepatu, dan nekara. Deutro Melayu juga mengembangkan kebudayaan megalithikum. Suku bangsa Indonesia yang ternasuk keturunan Deutro Melayu adalah suku Jawa, Melayu, dan Bugis.
3.      Bangsa Primitif
a)      Manusia Pleistocen (Purba)
b)      Suku Wedoid
Di Indonesia suku Sakai di Siak serta suku Kubu di perbatasan Jambi – Palembang. Mereka hidup dari hasil berburu dan meramu. Mereka sulit menyesuaikan dengan masyarakat modern.
c)      Suku Negroid
Berasal dari Afrika
Suku Semang di Malaysia dan suku Negrito di Filipina



C.    Ilmu Bantu Sejarah
1.      Paleontologi
Mempelajari bentuk kehidupan zaman purba yang pernah ada di muka bumi.
2.      Paleoantropologi
Mempelajari tentang fosil – fosil manusia purba.
3.      Arkeologi
Mempelajari benda – benda kuno.
4.      Paleografi
Mempelajari tulisan kuno.
5.      Epigrafi
Mempelajari tentang cara membaca, menunjukkan waktu, dan mengidentifikasi
tulisan – tulisan kuno yang ditulis di atas benda yang keras.
6.      Ikonografi
Mempelajari arca dan patung dari zaman prasejarah sampai sejarah.
7.      Numismatrik
Mempelajari tentang mata uang, asal – usul, teknik pembuatan, sejarah, mitologi, dan seninya.
8.      Ilmu Keramik
9.      Genealogi
Penulisan silsilah keluarga.
10.  Filologi
Mempelajari tentang naskah kuno.

Judul
Penulis
Bahasa
Bentuk
Isi
Negarakertagama
(1365)
Mpu Prapanca
Jawa Kuno
Puisi
Tentang Majapahit.
Pararaton (sekitar abad 16)
---
Jawa Kuno
Prosa
Riwayat Ken Arok
Kidung Sundayana
---
Jawa Kuno
Puisi
Kronologi perang Bubat
Babad Tanah Jawi
---
---
---
Pasang surut sejarah Jawa
Carita Parahiyangan
---
Sunda Kuno
---
Leluhur raja Sunda (para hiyang)
Hikayat Raja – Raja Pasai
---
Melayu
---
 Kerajaan Pasai
Sejarah Melayu (1612)
Tun Sri Lanang
Arab Melayu
---
Sang Tri Buana

11.  Bahasa
12.  Statistik
13.  Etnografi
Mempelajari tentang kebudayaan dalam suku bangsa
14.  Ilmu – Ilmu Sosial

BAB 4
Hasil Budaya Zaman Praaksara
A.    Zaman Batu
1.      Zaman Paleolithikum
§  Corak  berburu dan meramu
§  Nomaden
§  Alat yang digunakan masih kasar, belum diasah, dan belum bertangkai
§  Penggunaannya dengan cara digenggam
Hasil budayanya antara lain sebagai berikut :
a)      Alat budaya Pacitan :
§  Manusia pendukung Pithecantropus Erectus
§  Alat budaya ini berupa kapak perimbas (chopper) dan kapak genggam (hand adze)
b)      Alat budaya Ngandong :
§  Dibuat dari tanduk dan tulang
§  Alat budaya ini terdiri atas sudip, mata tombak, dan belati
§  Manusia pendukung Homo Wajakensis dan Homo Soloensis

2.      Zaman Mesolithikum
§  Semi sedenter
§  Food gathering tingkat lanjut
§  Alatnya telah diasah tapi belum sempurna dan belum bertangkai
§  Manusia pendukungnya bangsa Melanesoide
      Hasil budayanya antara lain sebagai berikut :
a)      Kjokkenmoddinger
Kjokkenmoddinger adalah sampah dapur. Di dalam kjokkenmoddinger ditemukan kapak Sumatra (pable), kapak pendek  (hache courte), dan alat penggiling.
b)      Abris Sous Roche
Abris Sous Roche adalah gua tempat tinggal manusia praaksara. Di dalam abris sous roche ditemukan alat – alat dari batu, tulang, tanduk rusa, dan logam.
c)      Kebudayaan Toala (Flake Culture)
Berupa alat – alat serpih (flake), mata panah bergerigi, dan alat – alat dari tulang.
d)     Seni Lukis
e)      Kepercayaan


3.      Zaman Neolithikum
§  Food producer
§  Sedenter
      Hasil budayanya berupa :
a)      Gerabah
b)      Kapak persegi
c)      Kapak lonjong
d)     Perhiasan
e)      Mata panah
f)       Pisau gurdi

4.      Zaman Megalithikum
§  Sudah mengenal kepercayaan Animisme (roh nenek moyang) dan Dinamisme (benda).
      Hasil budayanya berupa :
a)      Menhir : tugu batu tunggal untuk menghormati nenek moyang
b)      Dolmen : meja batu untuk meletakkan sesaji
c)      Sarkofagus : peti mayat
d)     Punden berundak : sebagai tempat pemujaan
e)      Waruga : kubur batu berbentuk kubus atau bulat
f)       Arca

B.     Zaman Logam
1.      Zaman Tembaga
Tidak berlangsung di Indonesia karena saat bangsa Proto Melayu masuk ke Indonesia, zaman tembaga telah berlalu sehingga yang dibawa masuk ke Indonesia adalah hasil budaya perunggu.
2.      Zaman Perunggu
Hasil budayanya berupa :
a)      Nekara
b)      Kapak corong : untuk memotong kayu
c)      Arca perunggu : arca berupa manusia dan binatang
d)     Bejana perunggu
e)      Perhiasan perunggu
f)       Manik – manik
g)      Senjata

3.      Zaman Besi
Tidak banyak ditemukan di Indonesia. Beberapa alat yang ditemukan adalah pisau, sabit, dan perhiasan tetapi dalam jumlah yang tidak terlalu banyak.


Benda – benda pada zaman logam dibuat dengan menggunakan 2 teknik :
a)      Teknik Bivalve :
Menggunakan cetakan batu yang terdiri atas 2 bagian, kemudian diikat, lelehan logam dituangkan, tunggu hingga lelehan logam membeku. Setelah membeku, cetakan dapat dibuka.
b)      Teknik A Cire Perdue :
Membuat model benda dari lilin, lalu dibungkus dengan tanah liat dan bagian atasnya diberi lubang, kemudian dibakar sehingga lapisan lilin meleleh dan keluar dari lubang tersebut. Dari lubang itu juga dituangkan lelehan logam. Setelah lelehan logam membeku, model tanah liat dapat dipecahkan.


BAB 5
Proses Masuk dan Berkembangnya Hindu – Budha di Indonesia

A.    Ajaran Hindu – Budha
1.      Hindu
Agama Hindu merupakan perpaduan antara kepercayaan bangsa Dravida (penduduk asli India) dan bangsa Arya (bangsa pendatang dari Asia Tengah). Agama Hindu memiliki konsep politheisme (menyembah banyak dewa) dan konsep reinkarnasi. Tiga dewa utama umat Hindu adalah Dewa Brahma (pencipta), Dewa Wisnu (pemelihara), Dewa Siwa (perusak)
Kitab suci agama Hindu adalah :
a)      Weda :
                                                        i.            Ragweda : puji – pujian terhadap dewa
                                                      ii.            Samaweda : nyanyian – nyanyian suci
                                                    iii.            Yayurweda : penjelasan tentang sloka – sloka
                                                    iv.            Atharwaweda : mantra – mantra
b)      Brahmana : keterangan tentang upacara sesaji
c)      Upanisad : ajaran ketuhanan dan makna hidup
Kasta dalam agama Hindu :
a)      Kasta Brahmana : para pendeta
b)      Kasta Ksatria : raja dan bangsawan
c)      Kasta Waisya : pedagang dan kaum buruh menengah
d)     Kasta Sudra : petani, buruh kecil, dan budak
Hari raya umat Hindu antara lain : Galungan, Kuningan, Saraswati, Pagerwesi, Nyepi, dan Siwaratri
.
2.      Budha
Dimunculkan dan dikembangkan oleh Sidharta Gautama
Isi dari kitab Tripitaka adalah :
a)      Winayapitaka : peraturan dan hukum yang menentukan cara hidup umat Budha
b)      Sutrantapitaka : wejangan sang Budha
c)      Abdidharmapitaka : keterangan dan penjelasan tentang agama Budha
Aliran agama Budha:
a)      Budha Hinayana : setiap orang harus berusaha sendiri untuk masuk nirwana
b)      Budha Mahayana : sebaiknya manusia saling membantu dan berusaha
 bersama – sama untuk masuk nirwana
Hari raya umat Budha adalah Waisak yang memperingati turunnya bodhi dan kematian sang Budha
B.     Teori Masuknya Hindu – Budha di Indonesia
1.      Teori Kolonisasi

Hipotesis
Tokoh
Deskripsi
Kelemahan
Waisya
N.J Krom
Proses masuknya kebudayaan Hindu – Budha melalui para pedagang India yang menetap karena angin musim yang tidak memungkinkan mereka untuk kembali ke India.
Para pedagang yang termasuk kasta Waisya tidak menguasai bahasa Sanskerta dan huruf Pallawa.
Persebaran kerajaan
Hindu – Budha di Indonesia lebih banyak di daerah pedalaman tidak di tepi pantai.
Ksatria
C.C Berg
Proses masuknya kebudayaan Hindu – Budha melalui para petualang yang kebanyakan adalah kasta Ksatria. Para Ksatria ini sedikit banyak memberi kemenangan bagi salah satu kelompok yang saling bertikai. Sebagai hadiahnya, salah seorang diantara mereka dinikahkan dengan seorang putri dari kepala suku yang dibantunya


Para Ksatria tidak menguasai bahasa  Sanskerta dan huruf Pallawa.
Tidak ada bukti prasati yang menggambarkan bahwa Indonesia pernah menjadi daerah taklukan kerajaan – kerajaan India
Mookerji
Proses masuknya kebudayaan Hindu – Budha melalui para Ksatria (tentara) yang membangun koloni dan kemudian berkembang menjadi kerajaan di Indonesia. Para koloni, mengadakan hubungan kerajaan – kerajaan di India dan mendatangkan para seniman untuk membuat candi di Indonesia.
J.L Moens
Pada sekitar abad 5, banyak kerajaan di India Selatan hancur. Para Ksatrianya melarikan diri dan mendirikan kerajaan di Indonesia
Brahmana
J.C Van Leur
Prasasti – prasasti peninggalan kerajaan Hindu – Budha di Indonesia menggunakan bahasa Sanskerta dan huruf Pallawa, maka sangat jelas bahwa itu adalah pengaruh Brahmana karena hanya kaum Brahmana yang menguasai bahasa Sanskerta dan huruf Pallawa
Tidak menjelaskan bagaimana Brahmana bisa sampai ke Indonesia yang terpisahkan dengan India oleh lautan karena dalam tradisi Hindu ada pantangan bagi Brahmana untuk menyeberangi lautan
Sudra
Von Van Faber
Peperangan yang terjadi di India menyebabkan kaum Sudra menjadi orang buangan. Mereka kemudian melarikan diri ke Nusantara dan menyebarkan ajaran agama di tempat pelariannya


2.      Teori Arus Balik
Teori Kolonosasi mendapat kritikan dari F.D.K Bosch, sebagai berikut :
a.       Teori kolonisasi tidak mempunyai bukti yang kuat
b.      Tidak ditemukannya keturunan antara golongan Ksatria dan putri pribumi dari Indonesia
c.       Terdapat perbedaan bangunan candi di Indonesia dan India
     
Menurut teori ini, yang pertama kali datang ke Indonesia untuk menyebarkan Hindu – Budha adalah para intelektual yang menumpang kapal – kapal dagang. Setelah tiba, mereka menyebarkan agamanya. Karena pengaruh itu, ada diantara tokoh masyarakat tertarik untuk mengikuti ajaran tersebut. Pada perkembangannya, banyak orang Indonesia pergi ke India untuk mempelajari agama Hindu – Budha. Sekembalinya ke Indonesia, merekalah yang mengajarkannya kepada masyarakat Indonesia yang lain.



0 Comments

Posting Komentar

Copyright © 2009 Yuriska Christina All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.