0
Materi Sejarah Wajib Kelas 10 Smt 1
Posted by Unknown
on
23.49
BAB
1
Berpikir
Diakronik, Sinkronik, Ruang, dan Waktu
A.
Pengertian
Sejarah
1. Secara
Etimologi
Ø Syajaratun
(Arab) :
Pohon
kehidupan.
Ø Istoria
(Yunani) :
Apa
yang diketahui dari hasil penyelidikan atau ilmu.
Ø Geschichte
(Jerman) / Geschidenis (Belanda) :
Kejadian
yang dibuat oleh manusia.
2. Menurut
Para Ahli :
Ø Kuntowijoyo
:
Sejarah
menyuguhkan fakta secara diakronis, ideografis, unik, dan empiris.
Ø Moh.
Yamin :
Hasil
penyelidikan beberapa peristiwa yang dapat dibuktikan dengan kenyataan.
Ø R
. Moh Ali :
Ilmu
yang mempelajari kejadian masa lampau dalam kehidupan manusia.
Ø Aristoteles
:
Sistem
yang meniliti suatu kejadian dalam bentuk kronologi. Sejarah adalah peristiwa
masa lalu yang memiliki bukti konkrit.
Ø J
.V Bryce :
Sejarah
adalah catatan dari apa yang telah dipikirkan, dikatakan, dan diperbuat manusia.
Ø W.
H Walsh :
Sejarah
menitikberatkan pada pencatatan yang penting saja bagi manusia.
Ø Patrick
Gardiner :
Ilmu
yang mempelajari apa yang telah diperbuat manusia.
Ø Herodotus
:
Sejarah
adalah kajian untuk menceritakan suatu perputaran jatuh bangunnya seseorang.
B.
Konsep
– Konsep Sejarah
1. Konsep
Perubahan :
Ketidaksamaan
dari satu keadaan dengan yang lain, waktu yang satu dengan yang lain.
2. Konsep
Kontinuitas
Manifesti
dari suatu proses perkembangan aspek kehidupan manusia yang terus berlanjut
meskipun situasi dan kondisi telah berubah.
3. Konsep
Diskontinuitas :
Perkembangan
aspek kehidupan manusia yang bukan kelanjutan dari masa sebelumnya.
4. Diakronis
/ Waktu :
Suatu
peristiwa yang selalu berhubungan dengan peristiwa sebelumnya.
Ciri
– Ciri :
·
Mengkaji dengan berlalunya masa
·
Menitikberatkan pada peristiwa
sejarahnya
·
Bersifat historis dan vertical
·
Terdapat konsep perbandingan
·
Cakupan kajian lebih luas
5. Sinkronis
/ Ruang :
Mempelajari
peristiwa sejarah yang sezaman.
Ciri
– Ciri :
·
Mengkaji pada masa tertentu
·
Menitikberatkan pengkajian strukturnya
·
Bersifat horizontal
·
Tidak ada konsep perbandingan
·
Cakupan kajian lebih sempit
·
Sistematis, serius ,dan sulit
C.
Keterkaitan
Konsep Ruang dan Waktu
1. Keduanya
merupakan unsur penting yang tidak dapat dipisahkan.
2. Segala
aktivitas manusia pasti berlangsung bersamaan dengan tempat dan waktu kejadian.
3. Manusia
tidak bisa dilepaskan dari unsur ruang dan waktu, karena perjalanan manusia
sama dengan perjalanan waktu pada suatu tempat dimana manusia hidup.
BAB
2
Pembagian
Zaman Berdasarkan Geologi
A.
Teori
Terbentuknya Galaksi
1. Teori
Keadaan Tetap
·
Dikemukakan oleh Fred Hoyle, Herman
Bondi, dan Thomas Gold
·
Segala sesuatu di alam semesta tetap
sama walaupun galaksi bergerak menjauhi satu sama lain.
2. Teori
Ledakan Besar :
·
Ada massa yang sangat besar dan
mempunyai berat jenis yang juga besar. Massa tersebut meledak karena reaksi
inti (George Lemaitre). Massa itu berserak menjauhi pusat ledakan. Setelah
berjuta juta tahun massa yang berserak itu berubah menjadi galaksi yang ada
sekarang.
B.
Macam
– Macam Galaksi
1. Galaksi
Elips :
Banyak
bintang merah besar dan pembentukan bintang baru sudah berhenti.
2. Galaksi
Spiral :
Memiliki
inti (nucleus), lengan spiral dan cakram (disk). Pada lengan terkonsentrasi
debu dan gas dimana terdapat pembentukan bintang baru. Terdapat lingkaran
kumpulan beribu- ribu bintang yang disebut Globular Cluster.
3. Galaksi
Tak Beraturan :
Terdiri
dari bermilyar – milyar bintang muda berwarna putih kebiruan dan bintang raksasa
biru yang sangat panas.
C. Teori Terbentuknya Tata Surya
1. Teori
Nebula ( Kant – Laplace)
Menurut
Immanuel Kant, tata surya berasal dari kabut yang berpuat perlahan. Bagian
tengah menjadi gumpalan gas, kemudian membentuk matahari dan kabut disekitarnya
membentuk planet planet.
Menurut
Laplace, tata surya berasal dari kabut panas yang berputar membentuk bola yang
memampat pada kutubnya dan melebar pada equatornya. Massa gas pada equator
menjauh dari intinya membentuk cincin yang melingkari intinya. Cincin berubah
menjadi planet dan inti berubah menjadi matahari.
2. Teori
Planetesimal (Thomas C Chamberlin dan Forest R Moulton)
Ada
sebuah bintang yang melintas tidak terlalu jauh dengan matahari. Terjadi peristiwa
pasang surut, sehingga sebagian massa matahari tertarik kearah bintang. Pada
saat bintang menjauh, sebagian massa jatuh kembali ke matahari dan sebagian
terhambur keluar angkasa membentuk planet dan benda langit lainnya.
3. Teori
Pasang Surut ( Sir James Jeans dan Harold Jeffreys)
Setelah
bintang yang mendekat berlalu, massa matahari yang lepas membentuk seperti
cerutu yang membentang kearah bintang. Karena
bintang tersebut semakin menjauh, massa cerutu terputus – putus
membentuk gumpalan gas kemudian membeku dan terbentuklah planet – planet.
4. Teori
Bintang Kembar (Fred Hoyle)
Awalnya
tata surya berupa dua bintang yang kembar dan berdekatan. Salah satu bintang
belum stabil, sehingga meledak menjadi serpihan – serpihan kecil. Serpihan – serpihan tersebut terperangkap gaya
gravitasi bintang yang tidak meledak dan mulai mengelilinginya. Serpihan –
serpihan yang berdekatan bergabung menjadi planet.
D. Pembagian Zaman Berdasarkan Geologi
1. Zaman
Arkaikum
Berusia
2500 juta tahun. Keadaan bumi belum stabil dan masih panas. Kulit bumi dalam
proses pembentukan. Belum ada tanda – tanda kehidupan.
2. Zaman
Paleozoikum
Berusia
340 juta tahun. Keadaan bumi belum stabil.
·
Kambrium : kerang dan ubur – ubur
·
Silur : vertebrata tertua
·
Devon : amphibi tertua
·
Karbon : reptile
·
Perm : hewan darat, ikan air tawar, dan
reptile
3. Zaman
Mesozoikum
Berusia
140 juta tahun. Iklim semakin membaik dan curah hujan berkurang.
·
Trias : ikan, amphibi, reptile
·
Jura : reptile dan sebangsa katak
·
Kapur : burung dan tumbuhan
4. Zaman
Neozoikum
65
– 55 juta tahun. Kondisi bumi lebih stabil dan kehidupan berkembang pesat
·
Zaman
Tersier : Berkurangnya binatang besar dan mulai berkembang mamalia
·
Zaman Kwarter :
ü Pleistocen
3
juta – 10 ribu tahun yang lalu
-
Zaman Glacial : meluasnya lapisan es di
kutub utara
-
Zaman Interglacial : lapisan es di kutub
utara mancair
ü Holocen
10
ribu tahun yang lalu.
Es
di kutub utara lenyap sehingga permukaan air laut naik. Tanah – tanah rendah di
daerah paparan Sunda dan Sahul tergenang menjadi laut transgesi. Dengan
demikian, muncullah pulau – pulau di Indonesia.
E.
Jenis
Manusia Purba di Indonesia
1. Jenis
Fosil Manusia Purba di Indonesia
Tabel Penemuan Fosil Manusia Purba
di Indonesia
|
Zaman
|
Jenis Manusia Purba
|
Peneliti
|
Tempat Penemuan
|
Keterangan
|
|
Holocen
|
Homo Sapiens
|
Von Rietschoten
|
---
|
---
|
|
Pleistocen Atas (Ngandong)
|
Homo Wajakensis
|
Von Rietschoten dan Eugene Dubois
|
Wajak, Tulungagung, Jawa Timur (1889)
|
Dahi menonjol
Berat 30 – 150 kg
Tinggi 130 – 210 cm
Muka dan hidung lebar
Volume otak 1300 cc
|
|
Homo Soloensis
|
Von Koenigswald, Ter Haar, Ir.Oppenoorth, dan
F.Weidenrich
|
Ngandong, lembah Sungai Bengawan Solo
(1931 – 1934 )
|
||
|
Pleistocen Tengah ( Trinil)
|
Pithecantropus Erectus
|
Eugene Dubois
|
Trinil, lembah Sungai Bengawan Solo (1890)
|
Ditemukan berupa geraham, tengkorak, dan tulang
paha.
Volume otak 900 cc
|
|
Pleistocen Bawah ( Jetis )
|
Pithecanthopus Mojokertensis
|
Von Koenigswald
|
Mojokerto (1939)
|
Pithecanthropus tertua
Volume otak 750 cc
|
|
Pithecantropus Robustus
|
Trinil (1939)
|
|||
|
Meganthropus Paleojavanicus
|
Sangiran, lembah Sungai Bengawan Solo (1941)
|
Fosil tertua
Volume otak 450 cc
|
Ciri Fisik Manusia
Purba di Indonesia
a) Meganthropus
:
§ Tulang
pipi tebal
§ Otot
rahang sangat kuat
§ Tidak
memiliki dagu
§ Tonjolan
belakang yang tajam
§ Tulang
kening menonjol
§ Volume
otak 450 cc
§ Memakan
tumbuh – tumbuhan
§ Hidup
dalam kelompok – kelompok dan nomaden
b) Pithecantropus
:
§ Rahang
bawah kuat
§ Tulang
pipi tebal
§ Kening
menonjol
§ Volume
otak 750 – 900 cc
§ Tinggi
165 – 180 cm
§ Tidak
berdagu
§ Memakan
tumbuh – tumbuhan
§ Perawakan
tegap
c) Homo
:
§ Berat
30 – 150 kg
§ Volume
otak lebih dari 1350 cc
§ Alat
– alatnya berasal dari batu dan tulang
§ Perawakan
tegap
§ Muka
dan hidung lebar
§ Mulut
masih menonjol ke depan
F.
Corak
Kehidupan Masa Pra Aksara
1. Masa
Berburu dan Meramu
a) Kehidupan
Sosial :
-
Nomaden (tempat tinggal sementara yaitu
di gua – gua atau di daerah pantai)
-
Menggantungkan diri pada alam
-
Hidup dalam kelompok – kelompok kecil
dan hubungan antaranggota sangat erat
-
Terdapat pembagian tugas berdasarkan
jenis kelamin
-
Populasi penduduk sangat kecil
b) Kehidupan
Budaya :
-
Dapat membuat perahu
-
Belum mengenal api
-
Mengenal perhiasan yang sangat primitive
dari kulit kerang
-
Membuat alat – alat dari batu, tulang,
dan kayu
c) Teknologi
:
-
Masih sangat rendah yang hanya digunakan
untuk membantu pekerjaan mereka
2. Masa
Bercocok Tanam dan Beternak
a) Kehidupan
Sosial :
-
Berhuma (membersihkan hutan dan
menanaminya)
-
Sedenter
-
Membentuk kelompok – kelompok
perkampungan
-
Usia rata – rata 35 tahun
-
Mulai dibuat peraturan untuk menjaga
ketertiban warganya
-
Diangkat seorang pemimpin
-
Hidup bergotong – royong
b) Kehidupan
Budaya :
-
Dapat mengembangkan dirinya untuk dapat
menciptakan kebudayaan yang lebih baik
-
Peninggalan semakin banyak dan beragam,
baik dari tanah liat, batu, maupun tulang
-
Hasil kebudayaan berupa beliung persegi,
kapak lonjong, mata panah, gerabah, perhiasan, dan bangunan megalithikum
3. Masa
Perundagian
a) Kehidupan
Sosial :
-
Jumlah penduduk bertambah
-
Pertanian ( sudah menggunakan system
persawahan) dan peternakan semakin maju
-
Memiliki pengetahuan tentang gejala alam
dan musim
-
Pembagian kerja berdasarkan kemampuan
yang dimiliki
-
Muncul golongan undagi
b) Kehidupan
Budaya :
-
Tingkat budaya yang tinggi
c) Teknologi
:
-
Mampu menemukan alat akibat perkembangan
teknologi
-
Mengenal teknologi peleburan dan
pencampuran logam
-
Teknologi pembuatan gerabah semakin maju
BAB
3
Asal
– Usul Nenek Moyang Bangsa Indonesia
A. Asal – Usul Nenek Moyang Bangsa
Indonesia Menurut Para Ahli
|
No.
|
TOKOH
|
TEORI
|
DESKRIPSI
|
|
1
|
Moh.Ali
|
Teori Asia
|
Bangsa Indonesia berasal dari Yunan,
Cina secara bergelombang.
|
|
2.
|
Prof.Dr.H.Kern
|
Teori Asia
|
Bangsa Indonesia berasal dari satu
daerah yang menggunakan bahasa Campa.
|
|
3.
|
William Smith
|
Teori Asia
|
Bangsa Asia dibagi menjadi bangsa
berbahasa Togon, Jerman, dan Austria. Austria dibagi menjadi Austro Asia dan
Austronesia. Bangsa berbahasa Austronesia tinggal di wilayah Indonesia,
Melanesia, dan Polinesia.
|
|
4.
|
Sangkot Marzuki
|
Teori Asia
|
Bangsa Indonesia berasal dari
Austronesia dataran Sunda bukan dari Yunan
berdasarkan penelitan DNA fosil.
|
|
5.
|
Van Heine Geldern
|
Teori Asia
|
Bangsa Indonesia berasal dari Asia
Tengah. Didukung oleh penemuan sejumlah artefak di Indonesia yang mempunyai
banyak kesamaan dengan di daratan Asia.
|
|
6.
|
Moh. Yamin
|
Teori Nusantara
|
Orang Indonesia asli berasal dari
wilayah Indonesia sendiri karena penemuan fosil dan artefak lebih banyak dan
lengkap di Indonesia daripada Asia.
|
|
7.
|
Prof. Dr. Krom
|
Teori Asia
|
Bangsa Indonesia berasal dari Cina
Tengah karena disana terdapat sumber sungai besar.
|
|
8.
|
Dr. Brandes
|
Teori Asia
|
Suku – suku di Indonesia memiliki
persamaan dengan bangsa – bangsa dari utara Pulau Formosa, barat Pulau
Madagaskar, selatan Jawa Bali, timur hingga tepi Pantai Bata Amerika.
|
|
9.
|
Hogen
|
Teori Nusantara
|
Bangsa Indonesia mendiami pesisir
Melayu di Sumatra kemudian bercampur dengan bangsa Mongol.
|
|
10.
|
Max Muller
|
Teori Asia
|
Bangsa Indonesia berasal dari Asia
Tenggara.
|
|
11.
|
Mayundar
|
Teori Asia
|
Bangsa berbahasa Austronesia berasal
dari India, menyebar ke Indocina, Indonesia, dan Pasifik.
|
|
12.
|
Mens
|
Teori Asia
|
Bangsa Indonesia berasal dari bangsa
Mongol yang terdesak oleh bangsa yang lebih kuat sehingga masuk ke wilayah
Indonesia.
|
|
13.
|
Sultan Takdir Alisyahbana
|
Teori Nusantara
|
Bangsa Indonesia berasal dari melayu
berdasarkan persamaan bahasa.
|
|
14.
|
Gorys Kraf
|
Teori Nusantara
|
Kebudayaan Indonesia lebih tinggi dari
kebudayaan wilayah sekitarnya, berarti
induknya berasal dari Indonesia.
|
|
15.
|
Harry Truman S
|
Teori Asia
|
Bahasa Indonesia berasal dari bahasa
Austronesiayang induknya di Pulau Formosa, Taiwan.
|
B. Bangsa Melayu
1. Proto
Melayu
Orang
Austronesia dari Asia yang pertama datang ke Nusantara sekitar 1500 SM. Proto
Melayu masuk ke wilayah Nusantara melalui 2 jalur :
i.
Jalur barat melalui Malaysia – Sumatra
ii.
Jalur utara melalui Filipina – Sulawesi
Kebudayaan Proto Melayu
disebut Neolithikum. Pembuatannya sudah dihaluskan. Hasil budaya yang terkenal
adalah kapak persegi. Suku bangsa Indonesia yang ternasuk keturunan Proto
Melayu adalah suku Dayak, Batak, dan Toraja
2. Deutro
Melayu
Datang
ke Indonesia pada 400 – 300 SM. Deutro Melayu masuk wilayah Nusantara melalu
jalur barat ( Yunan – Vietnam – Malaysia – Indonesia ). Deutro Melayu dapat
membuat barang dari perunggu dan besi (Dong Son). Hasil yang terkenal adalah
kapak corong, kapak sepatu, dan nekara. Deutro Melayu juga mengembangkan
kebudayaan megalithikum. Suku bangsa Indonesia yang ternasuk keturunan Deutro
Melayu adalah suku Jawa, Melayu, dan Bugis.
3. Bangsa
Primitif
a) Manusia
Pleistocen (Purba)
b) Suku
Wedoid
Di
Indonesia suku Sakai di Siak serta suku Kubu di perbatasan Jambi – Palembang.
Mereka hidup dari hasil berburu dan meramu. Mereka sulit menyesuaikan dengan
masyarakat modern.
c) Suku
Negroid
Berasal
dari Afrika
Suku
Semang di Malaysia dan suku Negrito di Filipina
C.
Ilmu
Bantu Sejarah
1. Paleontologi
Mempelajari
bentuk kehidupan zaman purba yang pernah ada di muka bumi.
2. Paleoantropologi
Mempelajari
tentang fosil – fosil manusia purba.
3. Arkeologi
Mempelajari
benda – benda kuno.
4. Paleografi
Mempelajari
tulisan kuno.
5. Epigrafi
Mempelajari
tentang cara membaca, menunjukkan waktu, dan mengidentifikasi
tulisan
– tulisan kuno yang ditulis di atas benda yang keras.
6. Ikonografi
Mempelajari
arca dan patung dari zaman prasejarah sampai sejarah.
7. Numismatrik
Mempelajari
tentang mata uang, asal – usul, teknik pembuatan, sejarah, mitologi, dan
seninya.
8. Ilmu
Keramik
9. Genealogi
Penulisan
silsilah keluarga.
10. Filologi
Mempelajari
tentang naskah kuno.
|
Judul
|
Penulis
|
Bahasa
|
Bentuk
|
Isi
|
|
Negarakertagama
(1365)
|
Mpu Prapanca
|
Jawa Kuno
|
Puisi
|
Tentang Majapahit.
|
|
Pararaton (sekitar abad 16)
|
---
|
Jawa Kuno
|
Prosa
|
Riwayat Ken Arok
|
|
Kidung Sundayana
|
---
|
Jawa Kuno
|
Puisi
|
Kronologi perang Bubat
|
|
Babad Tanah Jawi
|
---
|
---
|
---
|
Pasang surut sejarah Jawa
|
|
Carita Parahiyangan
|
---
|
Sunda Kuno
|
---
|
Leluhur raja Sunda (para hiyang)
|
|
Hikayat Raja – Raja Pasai
|
---
|
Melayu
|
---
|
Kerajaan Pasai
|
|
Sejarah Melayu (1612)
|
Tun Sri Lanang
|
Arab Melayu
|
---
|
Sang Tri Buana
|
11. Bahasa
12. Statistik
13. Etnografi
Mempelajari
tentang kebudayaan dalam suku bangsa
14. Ilmu
– Ilmu Sosial
BAB
4
Hasil
Budaya Zaman Praaksara
A.
Zaman
Batu
1. Zaman
Paleolithikum
§ Corak berburu dan meramu
§ Nomaden
§ Alat
yang digunakan masih kasar, belum diasah, dan belum bertangkai
§ Penggunaannya
dengan cara digenggam
Hasil
budayanya antara lain sebagai berikut :
a) Alat
budaya Pacitan :
§ Manusia
pendukung Pithecantropus Erectus
§ Alat
budaya ini berupa kapak perimbas (chopper) dan kapak genggam (hand adze)
b) Alat
budaya Ngandong :
§ Dibuat
dari tanduk dan tulang
§ Alat
budaya ini terdiri atas sudip, mata tombak, dan belati
§ Manusia
pendukung Homo Wajakensis dan Homo Soloensis
2. Zaman
Mesolithikum
§ Semi
sedenter
§ Food
gathering tingkat lanjut
§ Alatnya
telah diasah tapi belum sempurna dan belum bertangkai
§ Manusia
pendukungnya bangsa Melanesoide
Hasil budayanya antara lain sebagai
berikut :
a) Kjokkenmoddinger
Kjokkenmoddinger
adalah sampah dapur. Di dalam kjokkenmoddinger ditemukan kapak Sumatra (pable),
kapak pendek (hache courte), dan alat
penggiling.
b) Abris
Sous Roche
Abris
Sous Roche adalah gua tempat tinggal manusia praaksara. Di dalam abris sous
roche ditemukan alat – alat dari batu, tulang, tanduk rusa, dan logam.
c) Kebudayaan
Toala (Flake Culture)
Berupa
alat – alat serpih (flake), mata panah bergerigi, dan alat – alat dari tulang.
d) Seni
Lukis
e) Kepercayaan
3. Zaman
Neolithikum
§ Food
producer
§ Sedenter
Hasil budayanya berupa :
a) Gerabah
b) Kapak
persegi
c) Kapak
lonjong
d) Perhiasan
e) Mata
panah
f) Pisau
gurdi
4. Zaman
Megalithikum
§ Sudah
mengenal kepercayaan Animisme (roh nenek moyang) dan Dinamisme (benda).
Hasil budayanya berupa :
a) Menhir
: tugu batu tunggal untuk menghormati nenek moyang
b) Dolmen
: meja batu untuk meletakkan sesaji
c) Sarkofagus
: peti mayat
d) Punden
berundak : sebagai tempat pemujaan
e) Waruga
: kubur batu berbentuk kubus atau bulat
f) Arca
B.
Zaman
Logam
1. Zaman
Tembaga
Tidak
berlangsung di Indonesia karena saat bangsa Proto Melayu masuk ke Indonesia,
zaman tembaga telah berlalu sehingga yang dibawa masuk ke Indonesia adalah
hasil budaya perunggu.
2. Zaman
Perunggu
Hasil
budayanya berupa :
a) Nekara
b) Kapak
corong : untuk memotong kayu
c) Arca
perunggu : arca berupa manusia dan binatang
d) Bejana
perunggu
e) Perhiasan
perunggu
f) Manik
– manik
g) Senjata
3. Zaman
Besi
Tidak
banyak ditemukan di Indonesia. Beberapa alat yang ditemukan adalah pisau,
sabit, dan perhiasan tetapi dalam jumlah yang tidak terlalu banyak.
Benda – benda pada zaman logam dibuat dengan
menggunakan 2 teknik :
a) Teknik
Bivalve :
Menggunakan cetakan batu yang
terdiri atas 2 bagian, kemudian diikat, lelehan logam dituangkan, tunggu hingga
lelehan logam membeku. Setelah membeku, cetakan dapat dibuka.
b) Teknik
A Cire Perdue :
Membuat model benda dari lilin,
lalu dibungkus dengan tanah liat dan bagian atasnya diberi lubang, kemudian
dibakar sehingga lapisan lilin meleleh dan keluar dari lubang tersebut. Dari
lubang itu juga dituangkan lelehan logam. Setelah lelehan logam membeku, model
tanah liat dapat dipecahkan.
BAB 5
Proses Masuk dan Berkembangnya
Hindu – Budha di Indonesia
A.
Ajaran
Hindu – Budha
1. Hindu
Agama
Hindu merupakan perpaduan antara kepercayaan bangsa Dravida (penduduk asli India)
dan bangsa Arya (bangsa pendatang dari Asia Tengah). Agama Hindu memiliki
konsep politheisme (menyembah banyak dewa) dan konsep reinkarnasi. Tiga dewa
utama umat Hindu adalah Dewa Brahma (pencipta), Dewa Wisnu (pemelihara), Dewa
Siwa (perusak)
Kitab
suci agama Hindu adalah :
a) Weda
:
i.
Ragweda : puji – pujian terhadap dewa
ii.
Samaweda : nyanyian – nyanyian suci
iii.
Yayurweda : penjelasan tentang sloka –
sloka
iv.
Atharwaweda : mantra – mantra
b) Brahmana
: keterangan tentang upacara sesaji
c) Upanisad
: ajaran ketuhanan dan makna hidup
Kasta dalam agama Hindu
:
a) Kasta
Brahmana : para pendeta
b) Kasta
Ksatria : raja dan bangsawan
c) Kasta
Waisya : pedagang dan kaum buruh menengah
d) Kasta
Sudra : petani, buruh kecil, dan budak
Hari raya umat Hindu
antara lain : Galungan, Kuningan, Saraswati, Pagerwesi, Nyepi, dan Siwaratri
.
2. Budha
Dimunculkan
dan dikembangkan oleh Sidharta Gautama
Isi
dari kitab Tripitaka adalah :
a) Winayapitaka
: peraturan dan hukum yang menentukan cara hidup umat Budha
b) Sutrantapitaka
: wejangan sang Budha
c) Abdidharmapitaka
: keterangan dan penjelasan tentang agama Budha
Aliran agama Budha:
a) Budha
Hinayana : setiap orang harus berusaha sendiri untuk masuk nirwana
b) Budha
Mahayana : sebaiknya manusia saling membantu dan berusaha
bersama – sama untuk masuk nirwana
Hari
raya umat Budha adalah Waisak yang memperingati turunnya bodhi dan kematian
sang Budha
B.
Teori
Masuknya Hindu – Budha di Indonesia
1.
Teori
Kolonisasi
|
Hipotesis
|
Tokoh
|
Deskripsi
|
Kelemahan
|
|
Waisya
|
N.J Krom
|
Proses masuknya kebudayaan Hindu – Budha
melalui para pedagang India yang menetap karena angin musim yang tidak
memungkinkan mereka untuk kembali ke India.
|
Para pedagang yang termasuk kasta
Waisya tidak menguasai bahasa Sanskerta dan huruf Pallawa.
Persebaran kerajaan
Hindu – Budha di Indonesia lebih
banyak di daerah pedalaman tidak di tepi pantai.
|
|
Ksatria
|
C.C Berg
|
Proses masuknya kebudayaan Hindu –
Budha melalui para petualang yang kebanyakan adalah kasta Ksatria. Para
Ksatria ini sedikit banyak memberi kemenangan bagi salah satu kelompok yang
saling bertikai. Sebagai hadiahnya, salah seorang diantara mereka dinikahkan
dengan seorang putri dari kepala suku yang dibantunya
|
Para Ksatria tidak menguasai
bahasa Sanskerta dan huruf Pallawa.
Tidak ada bukti prasati yang
menggambarkan bahwa Indonesia pernah menjadi daerah taklukan kerajaan –
kerajaan India
|
|
Mookerji
|
Proses masuknya kebudayaan Hindu –
Budha melalui para Ksatria (tentara) yang membangun koloni dan kemudian
berkembang menjadi kerajaan di Indonesia. Para koloni, mengadakan hubungan
kerajaan – kerajaan di India dan mendatangkan para seniman untuk membuat
candi di Indonesia.
|
||
|
J.L Moens
|
Pada sekitar abad 5, banyak kerajaan
di India Selatan hancur. Para Ksatrianya melarikan diri dan mendirikan
kerajaan di Indonesia
|
||
|
Brahmana
|
J.C Van Leur
|
Prasasti – prasasti peninggalan
kerajaan Hindu – Budha di Indonesia menggunakan bahasa Sanskerta dan huruf
Pallawa, maka sangat jelas bahwa itu adalah pengaruh Brahmana karena hanya
kaum Brahmana yang menguasai bahasa Sanskerta dan huruf Pallawa
|
Tidak menjelaskan bagaimana Brahmana
bisa sampai ke Indonesia yang terpisahkan dengan India oleh lautan karena
dalam tradisi Hindu ada pantangan bagi Brahmana untuk menyeberangi lautan
|
|
Sudra
|
Von Van Faber
|
Peperangan yang terjadi di India
menyebabkan kaum Sudra menjadi orang buangan. Mereka kemudian melarikan diri
ke Nusantara dan menyebarkan ajaran agama di tempat pelariannya
|
|
2.
Teori
Arus Balik
Teori
Kolonosasi mendapat kritikan dari F.D.K Bosch, sebagai berikut :
a. Teori
kolonisasi tidak mempunyai bukti yang kuat
b. Tidak
ditemukannya keturunan antara golongan Ksatria dan putri pribumi dari
Indonesia
c. Terdapat
perbedaan bangunan candi di Indonesia dan India
Menurut
teori ini, yang pertama kali datang ke Indonesia untuk menyebarkan Hindu –
Budha adalah para intelektual yang menumpang kapal – kapal dagang. Setelah
tiba, mereka menyebarkan agamanya. Karena pengaruh itu, ada diantara tokoh
masyarakat tertarik untuk mengikuti ajaran tersebut. Pada perkembangannya,
banyak orang Indonesia pergi ke India untuk mempelajari agama Hindu – Budha.
Sekembalinya ke Indonesia, merekalah yang mengajarkannya kepada masyarakat
Indonesia yang lain.
Posting Komentar